Beranda cerita relawan Bukan Pentas Seni Biasa!

Bukan Pentas Seni Biasa!

328
0
BAGIKAN

Rumah Lebah PAY, Jakarta – Hello, gaes…! Pasti kalian nggak asing lagi, kan mendengar pentas seni? Pentas seni atau Pensi ini biasanya merupakan program ataupun untuk merayakan ulang tahun dari suatu sekolah, kampus ataupun instansi.

Selain sebagai sarana hiburan, pensi merupakan ajang penampilan bakat serta kreativitas dari individu maupun kelompok. Ada yang mendaftarkan dirinya untuk bernyanyi solo, penampilan akustik, sampai penampilan drama. Ya, semuanya bersifat untuk menghibur dan merefreshkan pikiran setelah berhari-hari bekerja atau belajar.

Nah, aku mau ngasih tahu, nih gaes… Kalau pentas seni seperti itu kan sudah biasa, ya? Paling yang membuat beda hanya kolaborasi, koreo, dan dekorasi panggung aja, kan? Nah, tapi kalau yang ini “Bukan Pentas Seni Biasa,” gaes! Sebutannya PENSIL bukan PENSI. Kepanjangannya adalah Pentas Seni Adik Lebah.

Pensil ini diadakan oleh kakak-kakak Relawan Rumah Lebah PAY (Pecinta Anak Yatim) dalam rangka memperingati hari terbentuknya rumah belajar yang berada di Tanjung Priok tepatnya Kampung Bahari. Tanggal terbentuknya adalah tanggal 15 November, namun acara Pensil diadakan pada hari minggu, 26 November 2017. 

Nah, Sasaran dari rumah belajar ini adalah adik-adik yatim dan duafa yang bertempat tinggal di pinggir rel kereta. Lalu, apa yang membuat pentas seni ini  jadi luar biasa?

Konsep dari acara Pensil kali ini adalah Wisuda Tahfiz Al-Qur’an. Subhanallah…. Mulai dari kepsek, para pengajar terutama wali kelas, serta kakak-kakak panitia lainnya bersatu demi membuat adik-adik menjadi penghafal Al-Qur’an yang hebat. Meskipun selama persiapan acara banyak perbedaan pendapat–yah maklumlah ya gaes, tau kan kalau misscommunication tuh adalah hal yang sering terjadi? 

Namun, seluruh relawan panitia dapat bersatu demi kelancaran acara untuk adik-adik, yap, tak lain demi #BuatMerekaTersenyum.

Sebelum dilaksanakan prosesi wisuda Tahfiz, adik-adik diuji hafalannya oleh 3 Juri yang hadir di mana mereka juga seorang Tahfiz. Yang dipersilakan maju terlebih dahulu adalah Kelas Thariq Bin Ziyad atau kelas bawah di mana usia adik-adiknya berkisar 5-9 tahun. Tahu nggak gaes? Kecil-kecil begini hafalannya sudah sampai mana? Ada yang berhasil menghafal sampai surat An-Naba, lho! SUBHANALLAH! Keren nggak, tuh? Juz ke-30 sudah dihafal semua! Kalian sudah sampai mana hafalannya, gaes?

Kedua, yang dipersilakan maju adalah kelas Khalid Bin Walid atau kelas tengah di mana usia adik-adiknya berkisar10-12 tahun. Hafalan mereka pun beragam, namun tetap yang paling banyak hafalannya sampai surat An-Naba. 

Dan yang terakhir adalah kelas Al-Fatih atau kelas atas yang usianya sekitar 13-16 tahun. Ketiga kelas diuji oleh 3 juri tersebut dan berujung dengan saran dan motivasi dari juri untuk mereka. Rata-rata, mereka melantunkan satu ayat dengan sangat lantang. Namun, ada beberapa yang kadang lupa. Yah, maklum gaes namanya juga di depan orang banyak pasti grogilah, ya! Apalagi ini anak-anak yang tampil di depan para relawan dan juga orang tua mereka.

Aku sampai merinding mendengar mereka melantunkan ayat suci Al-Qur’an sesuai hafalannya masing-masing. Rasanya malu sama diri sendiri belum bisa menghafal sejauh hafalan mereka. Hiks.

Kembali ke pertanyaan tadi, kalian udah sampai mana hafalannya, gaes?

Kalian tahu apa alasan mereka menghafal Al-Qur’an? Mereka jawab dengan lantang, ingin masuk surga, ingin menolong bapak ibu masuk surga dan ingin memberikan mahkota untuk orang tua di surga. Maasyaa Allah. Pengen nangis rasanya. Hiks. 

Kalian bisa bayangin kan ya, gaes? Rumah-rumah yang ada di pinggir rel kereta tuh kayak apa? Ya, begitulah rumah mereka. Ada orang tuanya yang jadi buruh, tukang cuci, penjual cilok, kue cucur sampai jadi OB pun ada, gaes! Bahkan ada pula yang ayahnya sudah meninggal dan hanya tinggal bersama ibu. Selain itu, aktivitas mereka selain sekolah juga ada yang jual koran, lho gaes!

Bayangkan! Dengan segala kesulitan dan keterbatasan mereka, kekurangan ekonomi keluarga, semangat menghafal Al-Qur’an sangat tinggi. Ada satu adik dari kelas bawah bernama Ryan yang cita-citanya ingin menjadi Hafidz Qur’an. Huaaaaah! Mau nangis. Bahkan, saat adik kecil ini maju ke atas panggung pun, Ryan memberi pesan kepada kita semua, “Jangan lupa puasa Senin Kamis.” Huaaah huaaah huaaah tambah mewek. Anak sekecil itu ibadahnya luar biasa.

Memang salah satu program Rumah Lebah PAY ini adalah membiasakan adik-adik untuk puasa sunnah Senin Kamis. Nah, Ryan merupakan salah satu adik yang paling rajin puasanya.

Rasanya malu, Ya Allah sama adik itu. Huhu. Udah jarang puasa sunnah, ngaji setiap hari pun kadang bisa kelewat. Hiks. Oke, gaes mari intropeksi diri sendiri, ibadahnya sudah rajin belum? Pertanyaannya diturunin deh sekarang, sudah baca Al-Qur’an setiap hari, kah? Kalau belum, mari sama-sama memperbaiki ibadah kepada Allah SWT.

Acara proses uji hafalan tersebut diselingi dengan penampilan-penampilan dari ketiga kelas. Penampilannya meliputi Tari Salam, Hadroh, Tari Saman, Kabaret Doa, Pelafalan Asmaul Husna, serta drama talkshow parenting tentang stop kekerasan pada anak yang diberikan untuk para orang tua adik-adik yang hadir pada saat itu. 

Tentu saja pada saat talkshow, panitia telah menyediakan hadiah bagi ibu-ibu yang telah bertanya. Hadiah utamanya adalah kompor gas, magicjar dan setrika. Wow! Alhamdulillah ibu-ibu yang mendapatkan hadiah tentu sangat senang.

Oh, ya gaes! Prosesi wisuda Tahfiznya hampir sama, lho dengan wisuda ala sarjana. Hihi. Mereka dipanggil satu-satu ke depan untuk disematkan selempang dan pemberian sertifikat. Setelah semua maju ke depan, adik-adik berfoto bersama sebagai momen berharga dari Rumah Lebah PAY. 

Di akhir acara, sebelum mereka pulang, mereka dibekali dengan satu buket snack bagi 50 wisudawan dan bungkus snack biasa bagi 50 adik-adik yang tidak diwisuda, juga pemberian tas cantik yang berisikan Al-Qur’an untuk kelas tengah dan atas, Juz ‘Amma untuk kelas bawah.

Ehhh, bukan hanya adik-adik yang pulang membawa bingkisan. Ibu-ibunya juga pulang membawa satu mukena dan sepaket sembako. Alhamdulillah…. Mereka pulang dengan membawa secercah senyuman kebahagiaan. MISSION COMPLETE #BuatMerekaTersenyum DONE!

Alhamdulillah acara berakhir sesuai rencana dan lancar, meskipun ada kendala-kendala sedikit seperti kemunduran waktu, wajarlah ya. Namun, dapat teratasi dengan baik. Hehe.

Yap, acara selanjutnya adalah beres-beres lokasi sebelum pulang. Kalau aku, sih, selesai acara malah ‘down,’ jadi nggak ikutan beres-beres. Maklum jadi seksi acara yang super sibuk dan sebelumnya belum tidur, habis begadangin dekor panggung. Ups, malah curhat! Haha. Maap, yah!

Okeee sekian cerita acara Pensil dengan konsep Wisuda Tahfiz 2017, Generasi Hebat Generasi Qur’ani. Saksikan dan dukung selalu acara dari adik-adik @rumahlebahPAY ya! Yang mau donasi buat adik-adik, boleh banget! Hehe. Jazaakumullah Khairan Katsiran yang sudah sempetin waktunya untuk membaca. 

*Nisrina Kamilia

LEAVE A REPLY

Please enter your name here
Please enter your comment!