Beranda Uncategorized Fiqih “Si Semut”

Fiqih “Si Semut”

26
0
BAGIKAN

Rumah Lebah PAY, Jakarta – Pada tulisan saya yang terdahulu berjudul “Pejuang Puasa Sunnah”, saya sempat bercerita tentang salah satu Adik Lebah. Adik yang bercerita tentang keluarganya dengan sebutan Semut. “Satu Semut membawa makanan, 4 semut yang menghabiskannya.”

Entah kenapa setiap kali teringat celotehannya itu, selalu membuat saya tertawa geli.. hahaha. 

Yaa dialah M. Fiqih Anshori, adik lebah ikhwan usia 12 tahun yang sekarang masih duduk di kls 5 SD. Kata Fiqih dia termasuk terlambat dalam sekolah. Tapi bagi saya tidak ada kata terlambat dalam menuntut ilmu. 

Terlebih lagi di lingkungan tempat tinggal Fiqih, Bonpis (Kebon pisang) yang mayoritas penduduknya berpikiran bahwa sekolah itu mahal. Tidak heran banyak anak-anak Bonpis yang putus sekolah bahkan tidak pernah bersekolah.

Fiqih anak ketiga dari 4 bersaudara. Menurut Dewi salah satu Adik Lebah dan juga kakak Fiqih, Fiqih adalah orang yang paling sabar di keluarganya, mandiri dan suka membantu ibunya dalam urusan pekerjaan rumah seperti membuang sampah, menjemur pakaian, bahkan memasak dan menyiapkan makanan sahur untuk dirinya. 

Tapi berbeda sosok Fiqih di mata teman-temannya. Fiqih orang yang paling nyebelin, rese, dan jahil. Suka mengganggu teman-temannya di Rumah Lebah ataupun di sekolah. 

Lain lagi sosok Fiqih di mata kakak lebah. Fiqih telah membuat jatuh hati kakak lebah. Sebab Fiqih adik yang paling istiqomah menjalankan Puasa Sunah Senin dan Kamis. Masya Allah tidak pernah absen sedikit pun. 

Fiqih juga yang mengajak dan mengingatkan adik-adik lebah lainnya untuk berpuasa sunnah, karena banyak manfaat yang bisa diambil dari berpuasa sunnah. Salah satunya bisa membentengi diri dari hal-hal negatif. Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah SAW, 

“Asshoumu Junnatun.” 

Puasa adalah Benteng (H.R.Tirmidzi)

Di sela bukber puasa sunnah kamis (4/5), qadarullah yang berpuasa hari itu cuma Fiqih dan Maica, saya manfaatkan untuk bertanya dan berbagi cerita kepada kedua adik tersebut.

Saya berkata kepada Fiqih, “Fiqih, kamu rajin banget puasa sunahnya.”

Dan Fiqih pun menjawab, “Iya Kak, saya mau tobat. Mau menebus dosa-dosa saya yang dulu. Saya suka gangguin teman-teman saya di sekolah. Saya ingat waktu Ramadhan tahun lalu pas kita diundang acara Bukber di Telkom. Kak Suci mau mengeluarkan saya dari metromini, padahal metromini tersebut sedang melaju kencang di jalan tol. Kata Kak Suci, Kak Suci lebih baik masuk penjara daripada masuk neraka gara-gara saya gangguin teman-teman saya yang sedang berpuasa. Dari situ saya sadar Kak, saya mau rajin puasa sunnah dan beribadah dengan baik.”

Saya, Kak Dita, dan Kak Uni diam seribu bahasa. Terharu dan kagum pada cerita Fiqih. Memang saya akui Fiqih yang dahulu adalah salah satu Adik “Trouble Maker”, selalu membuat kekacauan pada saat KBM di Rumah Lebah.

Ada saja sikapnya yang membuat saya beristighfar. Tapi Fiqih yang sekarang sudah membuat saya jatuh hati. Dia buktikan bahwa dia sudah berubah. Saya tak pernah mengira, ternyata sikap saya pada saat itu membekas di hati Fiqih. Bagi saya sekarang Fiqih adalah anak yang kuat, sholeh, dan mandiri. 

Ini tergambar dari sikapnya ketika ayahnya mengonsumsi NARKOBA, Fiqih tidak down, sedih atau lari dari kenyataan, seperti anak-anak lainnya. Fiqih tetap tegar, kuat menghadapi kenyataan. Bahkan Fiqih pun berani menasihati bapaknya dan yang paling penting adalah Fiqih tidak pernah lelah  berdoa untuk kedua orangtuanya terutama bapaknya. 

Seiring berjalannya waktu, Alhamdulillah Allah mengijabah doa Fiqih. Fiqih bercerita pada saya bahwa bapaknya sudah insyaf dan tidak pakai narkoba lagi. Saya pun turut senang, bahagia, dan bangga sama Fiqih. Bahkan kedua orangtuanya sudah rajin sholat 5 waktu. Masya Allah sungguh beruntung kedua orangtua Fiqih mempunyai anak sepertinya.

Tidak akan pernah habis untuk bercerita tentang sosok M. Fiqih Anshori. Fiqih yang bercita-cita menjadi TNI agar bisa memberantas NARKOBA di Kampung Bahari.

Fiqih… Kakak doakan yaa semoga semua cita-citamu tercapai, tetap menjadi anak yang sholeh, bermanfaat bagi sesama, dan istiqomah dalam kebaikan. Aamiin Yaa Robbal Alamiin…

*Rahmah Suciyani Sanuri

LEAVE A REPLY

Please enter your name here
Please enter your comment!