Beranda cerita relawan Kita = Aku + Kamu + Adik Lebah

Kita = Aku + Kamu + Adik Lebah

134
0
BAGIKAN

“Beecamp telah tiba… Beecamp telah tiba… hore hore hore!!!”

Rumah Lebah PAY, Jakarta – Biasanya kalau liburan suka bingung mau ke mana kan? Pantai? Gunung? Laut? Nah, tahun ini agak beda, sebab hari yang ditunggu-tunggu untuk “Bee Camp Rumah Lebah” datang juga. YEAAAYYY!!! 

Liburan kali ini sudah direncanakan oleh Kak Suci untuk refreshing kakak lebah dari penatnya hati sebab aktivitas sehari-hari. Mengusung slogan “Berani Beraksi Berani Berbagi”, Bee Camp Rumah Lebah ini juga disupport oleh 6 komunitas  antara lain Family Camp Comunity, MMUC, Savemugo, CampingSelaw, Trashbagcom, dan Teladan99.

Beecamp kali ini semakin lengkap karena ada si kembar (adik saya, Umu dan Umi) yang penasaran banget sama adik-adik lebah. Sebab mereka belum pernah bertemu, dan hanya mendengar cerita adik lebah melalui cerita saya. Kami menempuh perjalanan ke rumah lebah dengan kereta selama 45 menit sampai Stasiun Kota, lalu lanjut naik ojek online.

Sesampainya di Rumah Lebah, adik lebah menyambut dengan luar biasa. Senyum senang terlihat jelas di wajah mereka. Sudah siap!!!!!

“Ciyeeeee yang mau camping,” ujarku.

“Iya, Kak. Gak sabar deeh…” jawab sebagian adik lebah.

“Jam berapa berangkatnya ya, Kak?” tanya mereka saking tidak sabarnya.

“Di sana dingin banget gak sih, Kak? Aku udah bawa sarung dong, Kak…” ujar Egy salah satu adik lebah.

“Kak, aku bawa jaket doang gak apa kan, Kak?”

“Kak, aku gak bawa jaket gak apa kan, Kak? Aku kuat dingin, kok…”

“Wah, ada adiknya Kak Leya yang waktu itu ikut aksi Aleppo di Monas!” ujar Dea
(beberapa adik heboh lihat si kembar di sana hahaha).

Pukul 3 siang kami siap berangkat ke lokasi camping. Adik-adik sudah duduk di posisinya. Dua bus polisi siap mengantar kami ke Curug Tenjolaya. Bismillahirrahmanirrahim, doa naik kendaraan dibacakan oleh adik lebah bersama-sama.

Bus mulai meninggalkan jalan Kampung Bahari. Di dalam bus 1 keadaan mulai tak kondusif. Bukan adik lebah kalau tidak heboh dan ramai. Mau tahu siapa dalangnya? Kepo ya? Kasih tahu gak ya? Wani piro? Hahaha. Dalangnya adalah Rian (aaaakkk dede Rian). Sebenarnya cuma bagian depan bus saja sih yang heboh.

Bukan Rian kalau tidak bisa diam apalagi kalau disatukan dengan Zibran dan Indra. Dari awal, baterai Rian full tank dan terbukti ketika perjalanan. Di saat beberapa adik mulai terlelap tidur, Rian, Zibran, dan Indra yang duduk di depan,  masih asyik dengan candaan dan nyanyian hadroh yang mereka lantunkan.

Zibran dan Indra sudah mulai lelah dan mengantuk, tapi bukan Rian kalau tidak iseng. Indra dan Zibran dikelitiki dan dijahili olehnya.

“Kak Leya, Rian duduk di belakang saja deh,” kata Indra.

“Kak, Riannya tuh iseng. Aku sudah ngantuk, tahu…” kata Zibran.

Akhirnya Rian saya suruh duduk di kursi tambahan di belakangku. Eh, dia malah kasih muka polos imutnya. Duuh!

“Kak Leya, Rian mau duduk di sana deh,”

15 detik kemudian…

“Kak Leya, pindah lagi deh, aku mau duduk di dekat Zibran.”

Bak pemain tinju yang tidak ada lawan mainnya, Rian pun diam dan akhirnya tertidur (Alhamdulillah) di pangkuanku. Ternyata Rian berat juga, loh! Hahaha.

Perjalanan pun tidak terasa, sampai kami tiba di Exit Tol Sentul. Mata kami dimanjakan oleh pemandangan Gunung Salak yang terlihat dekat di mata, tapi jauh jaraknya. Beberapa adik mulai terbangun, sebab perjalanan masuk ke Curug Tenjolaya mulai menantang dan menyempit.

Sepanjang perjalanan klakson bus polisi tidak henti-hentinya dibunyikan. Beberapa pengendara motor yang melintas di depan kami terpaksa melipir ke pinggir. Ada beberapa anak yang minta “Om, telololet Om” saat bus polisi melintas di depan rumah warga.

Bus berhenti beberapa kilometer sebelum pintu masuk, sebab tidak kuat mengangkut kami semua. Akhirnya kami semua turun dari bus. Beberapa bahan logistik pun kami turunkan. Adik lebah berjalan didampingi kakak lebah lainnya menuju perkemahan. Perjalanan ke lokasi perkemahan ditemani langit yang memanjakan mata, jalan yang cukup menantang karena naik turun, dan juga cahaya yang kurang.

Selama perjalanan adik-adik tidak lupa bermurajaah dan bershalawat. Akhirnya sampai juga di perkemahan pukul 23:00. Suhu sudah berubah menjadi dingin. Brrr. Malam itu malam pertama bagi kami. Diawali makan malam di tengah hutan pinus dan di belakang Gunung Salak, ada satu adik yang sakit dan akhirnya dieksekusi ke tenda medis.

Setelah perut kenyang dilanjut dengan shalat maghrib dan isya yang dijamak ta’khir berjamaah, diimami oleh Kak Asep. Dilanjut briefing singkat oleh Kak Suci, lalu adik-adik masuk ke tenda masing-masing sesuai kelompok yang sudah dibagikan.

Pukul 03.00 adik-adik mulai dibangunkan untuk melaksanakan qiyamul lail dan dilanjutkan shalat subuh berjamaah. Qiyamul lail diimami oleh Kak Asep. Terasa lebih khusyu’ karena kami merasa lebih dekat pada Allah lewat alam ciptaanNya di sekeliling kami. Malam itu ada satu adik yaitu Audi yang pingsan dan akhirnya kami eksekusi ke tenda medis. (cerita horor dimulai, siapkan amunisi kalian) Mata Audi masih tertutup, Kak Nipeh dan Kak Eki langsung mengusap kaki dan tangannya. Kak Eki dan Kak Khodijah mengajak ngobrol Audi. Alhamdulillah tidak berlanjut lama dan Audi mulai sadar kembali.

Hari pertama…
Cahaya pagi lembut menyirami kami dengan sinarnya. Sarapan pagi hari pertama yaitu nasi goreng yang diracik dengan maknyuss oleh Kak Putty and the gank. Senam pagi dan ice breaking baby shark mengawali pagi kami.

Pukul 08.30 briefing menuju Curug Ciputri yang dipimpin oleh Kak Untung dari Family Camp Community, tapi mohon maaf penonton dengan sangat menyesal saya tidak bisa menceritakan kejadian di Curug disebabkan kaki Hayati sedang tidak fit, jadi diskip kejadian di Curug. Tapi tenang saja, ada rangkuman cerita saat di Curug dari sumber terpercaya (adik lebah dan kakak relawan yang di sana).

Perjalanan ke Curug Ciputri lebih kurang 15 menit dari tempat camping. Medan jalan ke sana cukup terjal, tapi adik lebah tidak ada capeknya dan akhirnya yaayyyy byurrrr… sampai juga di Curug Ciputri. Pukul 13.30 adik-adik sudah siap untuk outbound training dipimpin oleh Kak Untung and the gank. Banyak permainan kelompok yang seru dan pelajaran yang didapat.

Dapur 24 jam beecamp mulai ngebul. Kak Tika dan pasukan Isabella kingdom mulai menyiapkan cemilan sore untuk adik-adik. Salah satu cemilan yang paling hits adalah banana nugget. Siapa yang gak tahu banana nugget? Cemilan yang jadi viral di mana-mana. Cemilan yang sampai ada nyanyiannya (cung yang tahu VN solo creative Kak Fajar). Tidak hanya banana nugget, tapi ada pula bala-bala, melon, dan semangka.

Malam pun mulai menunjukkan wajahnya. Kami shalat isya dijamak takdim ke shalat maghrib. Lalu kami ikut acara api unggun bersama komunitas lainnya. Saat api unggun, Audi kembali pingsan, hingga harus ditandu ke tenda pleton dan alhamdulillah ia sudah lebih baik dan bisa bergabung kembali. Saat subuh, kami shalat berjamaah diimami oleh Kak Asep.

Hari kedua…
Pagi hari adik-adik mulai bangun dan sarapan. Lalu menikmati waktu bebas. Ada yang bersih-bersih, jalan-jalan, dan ada pula yang lanjut tidur. Menuju jam makan siang ada pengarahan oleh Kak Fadil dari MMUC tentang Manajeman Perjalanan. Ada sesi tanya jawab berhadiah skateboard, sepatu roda, dan mobil tamiya.

Setelah pengarahan, dari 7 komunitas menyerahkan hadiah dan donasi buku, hammock, baju, celana, serta bingkisan. Waktu dzuhur tiba, shalat dzuhur berjamaah dilanjut dengan makan siang bersama.

Tiba waktunya pulang. Rasanya masih ingin di sini, gak mau pulang. Rasanya Bonpis pengin dipindahin di Curug Ciputri saja hahaha. Sebelum pulang ada sesi foto dan bernyanyi jingle beecamp. Yang belum tahu lagunya, nih ada liriknya (nadanya bisa minta VN ke Kak Fajar).

Kemping ceria bersama adik lebah uhuyyy
Kemping ceria bersama kakak lebah uhuyyy
Kemping ceria bersama kawan lebah uhuyyy
Hari-hari sungguh bahagia (3x)

Teng! Waktunya sayonara dengan Gunung Salak dan Hutan Pinus. Selama perjalanan tidak banyak yang bisa diceritakan sebab adik-adik memilih tidur dengan pulas. Pukul 17.30 kami mendarat dengan cantik di Bonpis, dan adik-adik sudah dijemput orangtua mereka.

“Beecamp penuh dengan kehangatan, kebersamaan, dan kebahagiaan antara aku, kamu dan adik lebah.”

*Nur Aliyah Sholihah

LEAVE A REPLY

Please enter your name here
Please enter your comment!