Beranda cerita relawan Mau coba  dong, Kak!

Mau coba  dong, Kak!

103
0
BAGIKAN

Rumah Lebah PAY, Jakarta – Tiada hari tanpa ilmu. Setuju dong dengan kata-kata ini? Ya, setiap senin di Rumah Lebah pasti ada kegiatan mengaji sore bersama Pak Ahmad. Alhamdulillah hari senin kemarin jadi hari yang spesial buatku.

Mengapa? Sebab ada ilmu yang aku dapat dari para pejuang puasa sunnah.

Mau tahu apa? Cerita sedikit boleh ya?
Ada yang tahu setiap senin di rumah lebah ada apa? Yang tahu nanti dikasih balon nih (hihihhi).

Setiap senin selain mengaji di Rumah Lebah, ada beberapa adik lebah yang berpuasa sunnah senin kamis. Biasanya aku sendiri yang menemani adik lebah pejuang puasa sunnah, tapi hari itu berbeda. Aku ditemani Kak Handayani dan Kak Mutia. Mereka adalah salah satu teman yang ingin sekali tahu soal Rumah Lebah.

Beberapa hari sebelum ke Rumah Lebah, Kak Handayani sering menanyakan soal postinganku di beberapa status soal adik lebah, dan timbullah pertanyaan dari Kak Handayani. Pertanyaannya cukup banyak, tapi ada satu pertanyaan yang paloing kuingat, “Kakak-kakak relawannya dari mana aja?”

Jawabanku simpel, “Banyak Kak, dari berbagai macam daerah.”

Terlontar dari mulut Kak Handayani, “Aku kagum sama relawan yang mau mengorbankan waktu dan badan mereka buat ini, ini jadi ilmu buat aku.”

Saat jam menunjukkan pukul 17.00, tanda berakhirnya kegiatan mengaji, sekitar 40 adik keluar dari Rumbel dan tak lupa mereka memberi salam sambil salim ke kakak lebah. Ada sedikit kejadian yang buat aku agak sedih ketika tas Aca, salah satu adik lebah putus dan di tasnya ada peniti yang mengaitkan pegangan tas ransel kecilnya. Akhirnya Febi membantu Aca membenarkan penitinya, tapi Febi juga kesulitan dan aku bantu mengaitkan pegangan tasnya dengan peniti.

Niat dan semangat belajar mengaji mereka dengan menggunakan tas yang seadanya yang aku liat dari mereka, berbeda dari anak-anak lain, yang mungkin akan mengeluh jika tasnya rusak. Tapi mereka berbeda. Mereka selalu bersyukur atas apa yang ada buat mereka. Melihat pundak mereka dari belakang yang semakin meninggalkan wujud mereka, tersisa 6 adik lebah yang berpuasa hari ini.

Pejuang puasa sunnah hari itu ada Rian, Marvel, Fiqi, Raisa, Sila, dan Asti. Mengisi kekosongan mereka menunggu adzan, akhirnya aku memutuskan belajar sambil bermain bersama mereka. Pekan lalu kami belajar nama buah dan hewan dalam bahasa inggris dan arab. Pekan ini kami main sambil belajar, seperti acara Indonesia Pintar. Mereka berenam berpasang-pasangan, Rian dengan Marvel, Chessy dengan Sila, Raisa dengan Asti. Sebenarnya ada keseruannya tapi berhubung bukan foto, namun video yang cukup panjang, maka bagi yang mau tahu keseruannya bisa japri ya.

Adzan maghrib berkumandang, alhamdulillah seteguk es teh manis melegakan tenggorokanku. Setelah selesai berbuka dan sholat maghrib berjamaah saatnya piket, setiap hari senin tugasnya adik lebah ikhwan. Di sela setelah piket mereka menagih janjiku soal puasa daud. Pekan sebelumnya aku bercerita tentang keutamaan puasa daud dan cara melakukan puasa daud. Dengan bahasa yang gampang dimengerti, mereka aku jelaskan cara melakukan puasa Daud adalah sehari berpuasa dan sehari tidak. Juga aku tambahkan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang bersabda,

“Puasa yang paling disukai oleh Allah adalah puasa Nabi Daud. Shalat yang paling disukai Allah adalah Shalat Nabi Daud. Beliau biasa tidur separuh malam, dan bangun pada sepertiganya, dan tidur pada seperenamnya. Beliau biasa berbuka sehari dan berpuasa sehari.” (HR. Bukhari no. 3420 dan Muslim no. 1159)

“Kak, aku mau coba dong puasa daud!” ujar Marvel.

“Kak, aku juga mau coba!” tambah Rian.

“Fiqih juga mau puasa daud, Kak!” celetuk Fiqih.

“Kak, aku juga, Raisa juga, Dini juga, yang puasanya besok iya, besok enggak ya, Kak,” sambung Chessy.

“Coba” kata yang keluar dari mulut mereka yang bahkan mungkin mereka masih agak bingung soal puasa sunnah Daud. Puasa sunnah yang anak seumuran mereka mungkin jarang dengar atau melakukannya, ucap mereka bareng, “Kan kemarin udah nyoba puasa ayyamul bidh, Kak. Nah, jadi pekan depan puasa Daud ya kak, please.”

“Mau coba dong, Kak!” mungkin kata ini biasa digunakan anak lain untuk meminta sesuatu seperti mainan, makanan, atau lainnya, beda dengan adik lebah pejuang puasa sunnah yang maunya itu untuk puasa sunnah Daud. Dari hal kecil ini aku dan mungkin orang dewasa pun banyak yang masih atau belum tahu soal puasa sunnah atau bahkan tahu tapi tidak menjalankannya.

Tapi bagi mereka dari sekadar mendengar cerita soal puasa Daud, mereka mau coba berpuasa Daud. Tamparan keras buat kita yang masih memikirkan dunia, yang tidak punya waktu untuk menjalankan sunnahNya, prioritaskan allah di atas segalanya dalam kehidupan. Alhamdulillah lewat mereka aku belajar yang kita anggap sunnah tetapi banyak keutamaan besar di dalamnya.

“Ilmu pengetahuan tanpa agama adalah pincang. Agama tanpa ilmu adalah buta.”

*Nur Aliyah Sholihah

BAGIKAN
Berita sebelumyaSengatan Pertama Lebah-Lebah JUMANJI

LEAVE A REPLY

Please enter your name here
Please enter your comment!