Beranda cerita adik lebah Nobar Film “Iqra”

Nobar Film “Iqra”

10
0
BAGIKAN

Assalammu’alaikum,

Halo, namaku Violin. Kemarin (29/1/2017) aku ada acara nonton film bersama atau biasa disebut Nobar (Nonton bareng). Film ini baru keluar, namanya film “Iqra”. Filmnya bagus dan banyak yang ikut. Yang ikut dari pengajianku ada 30 orang. Temanku yang terpilih dari praktik shalat, doa, dan hafalan surat.

Film “Iqra”adalah film yang indah dan membuat kita tidak lupa dengan mengaji dan shalat atau pun membaca Al Quran. Biar aku ceritakan saat aku pergi ke bioskop. Kami semua dikumpulkan di Gapura. Jam 06.00 kami harus sudah berkumpul di sana. Kami naik bus Polisi disewa oleh Kak Suci untuk kami semua berangkat ke bioskop. Kami berangkat jam 07.30. Setelah sampai kami berbaris tapi jadinya mulai jam 09.00 jadi kami duduk di luar gedung bioskop.

Dan sebelum tariannya mulai, ada pertunjukan dari anak-anak RISKA. Pertunjukan pertama membaca surat iqra dan artinya. Pertunjukan kedua tari saman dan terakhir nyanyian dari beberapa anak RISKA dan setelahnya film “Iqra”.

Peran utamanya adalah Akila. Akila adalah seorang anak yang bercita-cita ingin pergi ke luar angkasa. Suatu hari guru Akila menerangkan tentang planet. Guru Akila bertanya ada berapa planet dan sebutkan planet apa saja. Salah satu teman Akila menjawab Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus dan Pluto. Lalu Akila menjawab “Bu guru, pluto bukan planet.” Teman Akila menjawab “Tapi di buku ada kok bahwa pluto itu planet.” Sedangkan di rumah Akila ada guru ngaji Akila dan bilang kepada ibu Akila kalau Akila ngajinya kurang.

Di sekolah Akila mendapat tugas dari Bu Guru untuk membuat cerita tentang hewan atau apa pun yang hampir punah. Setelah Akila sampai di rumah, Akila disuruh liburan menginap di rumah nenek. Setelah sampai Akila berteman dengan Ros. Setelah malam kakek Akila pulang dari pekerjaannya. Kakek Akila bekerja di Boscha. Boscha adalah teropong besar yang bisa melihat semua sistem tata surya.

Akila bilang pada kakeknya boleh tidak melihat Pluto dari teropong utama Boscha. Kakek bilang boleh asalkan ngajinya lancar. Keesokan harinya ros ada acara ngaji. Nenek Akila menyuruh Ros mengajak Akila mengaji. Akila ikut mengaji.

Saat pulang dari pengajian Akila dan Ros dijahili oleh Fauji. Dia nakal sekali. Keesokannya nenek Akila membuat baju untuk Akila pergi mengaji. Saat akila dan Ros mengaji, Akila ditanya Iqra berapa . “Aku iqra 5.” Ros sudah Al quran. Setelah ditanya Akila malah main game. Dan Ros melihat lalu ros bilang “Wah keren banget, pinjam dong!”

“Permainan apa itu, Akila?” lalu guru Akila bertanya.

“Game planet.”

“Oh ya, ngomong-ngomong planet, besok akan ada bintang jatuh. Bintang ini hanya lewat selama 4 tahun sekali. Bagaimana kalau kita kemping?”

Semua setuju.

Setelah pulang Akila dijahili lagi sama Fauji. Akila langsung marah-marah. Setelah pulang dari musholla, Fauji membantu ibunya membuat kerupuk  dan menjualnya. Sedangkan ayah Fauji, Bang Codet disuruh oleh bosnya untuk mengganggu nenek dan kakeknya Akila. Dan tidak lama ada hotel yang dibangun di dekat Boscha. Salah satu karyawan dari kakeknya Akila melihat dan memberi tahu. Kakek Akila bilang kalau begini kita akan terganggu dengan pembangunan hotel itu dan kalau begini Boscha akan ditutup.

Keesokannya ada lomba Al Quran dan Akila mengajak Fauji untuk ikut dan Fauji pun ikut. Saat sampai di tempat lomba, lomba pun dimulai. Setelah selesai dan diumumkan pemenang lomba, ternyata yang menang Fauji. Akila sedih karena dia tidak menang. Akila mengucapkan selamat kepada Fauji dan Akila membeli kerupuk milik Fauji dan membagikannya pada anak-anak.

Dan Akila menceritakan pada guru ngaji Akila. Guru Akila menceritakan yang sebenarnya  tentang Fauji bahwa sebenarnya Fauji itu sudah pernah ngaji tapi semenjak ibunya mati Fauji jadi jarang mengaji. Dan sekarang dia membuktikan kalau dia bisa.

Setelah itu kakek Akila membangunkan Akila untuk shalat subuh dan Kakek Akila menceritakan yang sebenarnya bahwa Boscha telah ditutup. Akila sangat sedih. Besoknya kakek Akila datang ke Boscha untuk mengambil barangnya yang ketinggalan. Saat ingin pulang tukang pos datang untuk memberikan surat bahwa Boscha tidak jadi ditutup karena hotel yang dibangun di dekat Boscha sudah akan digusur. Jadi tidak akan kalah cahayanya  dengan hotel itu. Besoknya Akila, Ros, dan Fauji memberitahu warga untuk mematikan lampu saat malam. Dan malam kakek Akila membawa Akila ke Boscha untuk melihat planet-planet dengan teropong utama Boscha. Saat lampu dimatikan Akila pun melihat ke teropong dan Akila memeluk kakeknya.

Nah, teman-teman, kita harus taat mengaji, membaca Al Quran dan semuanya bisa tercapai bila kita berusaha teman-teman pasti akan tercapai.

*Cherun Al Violin

Salah satu adik @rumahlebahpay

WhatsApp Image 2017-02-18 at 21.25.42 WhatsApp Image 2017-02-18 at 21.26.05

LEAVE A REPLY

Please enter your name here
Please enter your comment!