Beranda Uncategorized Tetaplah rendah hati!

Tetaplah rendah hati!

29
0
BAGIKAN

“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (Q. S. Ar ra’d [13]: 11)

Rumah Lebah PAY, Jakarta – Ayat tersebut sangat tepat menggambarkan perjalanan adik-adik lebah yaitu Dewi, Manda, Maulin, Fajrin dan Wiranti. Berawal dari Program RISKA (Remaja Islam Sunda Kelapa) yang sedang mencari 15 orang untuk menjadi Adik Asuh Riska (AAR) dengan syarat nilai rata-rata rapor minimal 7,5 ; bisa mengaji dan mandiri. Alhamdulillah kelima adik lebah tersebut terpilih menjadi AAR dari 80 peserta SeJabodetabek.

Setiap minggu mereka rutin mengikuti kegiatan di Masjid Sunda Kelapa dari pukul 08.00 sampai 15.00. Untuk awal-awal masih saya temani. Tapi setelah tahu transportasi menuju Sunda Kelapa hanya sekali menggunakan Transjakarta, kini mereka berangkat sendiri tanpa harus ada yang mendampingi. 

AAR membekali mereka beragam kreativitas seperti membuat boneka tangan dari kaos kaki, berwirausaha, juga diajarkan kesenian dan budaya salah satunya Tari Saman. Untuk Tari Saman sendiri adik-adik lebah sudah sering pentas di setiap event RISKA.

Tidak ada yang pernah tahu nasib manusia, semuanya begitu misteri dan menjadi rahasia Allah. Mereka cuma anak pinggiran rel Tanjung Priuk, di mana lingkungan tempat tinggal mereka penuh dengan maksiat. Pagi penggerebekan, siang bongkaran, sore tawuran, dan malam prostitusi murahan.

Tapi hari Ahad kemarin, 21 Mei 2017 mereka tampil di acara MARFEL (MASK Festival Ramadhan) yang awalnya direncanakan akan dihadiri oleh Gubernur baru DKI Jakarta. Sayang, saat acara dimulai beliau mengabarkan berhalangan hadir. Tapi acara MARFEL tetap berjalan. 

Adik-adik lebah tampil sebagai pembuka dengan menari Saman. Performance mereka seperti para penari profesional, gerakannya sempurna, tanpa ada salah sedikit pun dan juga tidak terlihat gugup/grogi. Mereka begitu percaya diri tampil di depan banyak orang.

Ini sudah ketiga kalinya mereka pentas Tari Saman (tarian tradisional dari Aceh) dalam event besar. Alhamdulillah pada saat itu saya berkesempatan untuk menemani dan melihat penampilan mereka. Rasa haru, bangga, salut dan kagum pun menjadi satu. Mereka membuktikan bahwa lingkungan yang buruk tidak mempengaruhi pribadi dan akhlak mereka dan mereka percaya bahwa kekurangan tidak akan menghambat mereka untuk berkreativitas, berkarya seni dan bermimpi besar.

Ini adalah sebagian kecil dari langkah-langkahmu, Dik! Perjalanan kalian masih panjang, tetap optimis, tetap berjuang menggapai mimpi dan cita-cita, tetap bergandengan tangan satu sama lain, jangan pernah menyerah, dan jangan pernah melupakan darimana kamu berasal. Agar kelak kalian menjadi orang besar dan sukses namun tetap rendah hati. Jaga akhlak dan jaga sikap kalian di mana pun kalian berada.
*Rahmah Suciyani Sanuri

BAGIKAN
Berita sebelumyaFiqih “Si Semut”
Berita berikutnyaDibuat kagum oleh adik lebah

LEAVE A REPLY

Please enter your name here
Please enter your comment!